Wheel Story : Mengintip Kegiatan Mario Iroth di Kamboja

ImageKali ini Mario telah tiba di Kamboja, dan mari kita intip perjalanan dan aktifitas Mario selama kota tersebut, dirangkum dalam 6 hari, mulai dari Hari ke 22 sampai hari ke 28. Berikut rangkuman cerita dan aktifitasnya.

Day : 22
Destination : Cambodia
Km

Pagi ini tanggal 25 Maret 2013 adalah hari yang istimewa, Mr Ron Carter selaku Public Relation Manager New Hope Cambodia menjemput saya di hotel dan membimbing perjalanan saya menuju New Hope. Wahhh ada ratusan anak anak menyambut kedatangan saya… sungguh luar biasa hingga membuat saya terharu akan apa yang saya lakukan mendapat perhatian dan sambutan yang meriah dari salah satu charity partner Wheel Story. Setelah memberikan kata sambutan saya pun memyerahkan donasi yang terkumpul selama perjalanan langsung saya berikan ke Direktur Mr. Sot Suo (Kemsour) selaku pendiri New Hope Cambodia. Anak anak sangat senang dan menanti akan kehadiran saya.

Saya diajak berkeliling melihat perkembangan New Hope karena ini merupakan kunjungan saya yang ke tiga kalinya di New Hope Cambodia.

ImageSetelah makan siang bersama Mr Ron Carter & Mr Kemsour, saya melanjutkan perjalanan saya menikmati Angkor Wat yang sangat mengagumkan dan masih misterius. Kuil yang dibanngun oleh Raja Suryavarman pada sekitar abad ke 12 memang masih menyimpan banyak misteri dan juga masuk dalam warisan dunia UNESCO.

Day : 23
Destination : Kota Battambang
Km : 5821

Kota Battambang terletak di Provinsi disebelah selatan Kamboja ini saya tempuh 4 Jam atau 161 KM dari Siem Reap. Saya masih ingat betul jalanan di kota ini. Ini merupakan kota terbesar kedua setelah Phnom Penh di negara Kamboja namun pada kenyataannya Denpasar jauh lebih besar.Image

Saya menginap di To Be Dragons guest house dan menyewa 1 dorm (kamar) baiayanya Cuma  $2 USD permalam amazing bukan akan murahnya penginapan ini. Di Indonesia belum tentu ada.

Day : 24
Destination : Cambodia
Km : –

Pagi ini saya mengunjungi CCT (Cambodian Children’s Trust) salah satu charity partner Wheel Story. Anak-anak di Youth Centre sudah menanti kehadiran saya dan semua serentak memberikan salam ketika saya menampakan diri dihadapan mereka. Lanjut saya mengunjungi beberapa project CCT di Battambang didampingi Daisy Gibbs yang mengkoordinir CCT untuk Wheel Story. Saya pun bertemu CCT Founder yaitu Miss Tara Winkler untuk yang pertama kalinya karena tahun lalu dibulan yang sama saya tidak sempat bertemu dan Saya pun menyempatkan diri mampir ke kantor CCT untuk bertemu Jetdha Pon selaku Direktur CCT dan memberikan donasi.

Siang harinya saya ke Bamboo Train, sebuah tourist attraction yang tak mau saya lewatkan sewaktu mengunjungi Battambang city.

Day : 25
Destination : Phnom Penh
Km : 6121

Pagi ini cuaca cerah, saya menikmati kopi terakhir saya di Battambang. Saya mengambil National Road no.5 menuju Phnom Penh. Jalur ini lebih hijau dan agak dingin karena terdapat pohon dipinggir jalan. Perjalanan saya tempuh 5 jam menempuh jarak 300km. Memasuki Phnom Penh lalu lintas mulai padat dan kacau. Agak mudah saya membaca peta yang saya sisipkan di Tank Bag.Image

Saya kembali menginap di White River Guesthouse persis ditengah kota. Tahun lalu dibulan yang sama saya pernah menginap disini jadinya staff masih ingat saya. Wahhh motor saya diijinkan parkir didalam Restoran lohh hehe  dan lebih tepatnya di Lobi Penginapan, jadi semua pengunjung dapat melihat dan terksima dengan motor saya.

Sore ini saya keliling kota Phnom Penh sambil cari makan malam. Kali ini saya harus extra hati-hati mengingat saya pernah dirampok di Phnom Penh waktu backpacker tahun lalu. Mirip Jakarta disini juga banyak preman.

Day : 28
Destination : Vietnam
Km

Perjalanan dari Phnom Penh menuju Bavet (border Kamboja – Vietnam) memakan waktu 3 Jam atau 186 Km. Wahh terjadi hal yang tidak terduga, saya di ijinkan masuk Vietnam namun motor saya tidak bisa (custom Vietnam mengatakan Vietnam tidak tercatat dalam Carnet de Passage) saya memohon namun tidak berhasil. Saya sudah check out dari Kamboja, itu berarti saya dan motor berada dalam wilayah tak bertuan (batas negara) saya dengar berita kalau mau riding ke Vietnam tidak bisa sendiri, harus didampingi guide (sama seperti di China dan Myanmar).Image

Namun saya harus tetap menampakkan diri ke Vietnam. Saya memutar balik arah dan check in kembali motor saya di Kamboja, saya memutuskan untuk menitipkan motor di hotel di Bavet (kota kecil dekat border) dengan memberi sejumlah US dollar untuk 2 malam, wahhh malah motornya disuruh pajang di lobby hotel. Saya akhirnya menumpangi bus ke Saigon, Vietnam dan akan menginap 2 malam.

Hari berikutnya saya melakukan trip satu hari ke Mekong Delta untuk melengkapi trip saya walau tak bisa melakukan dengan tunggangan saya namun saya berusaha tetap datang.

to be Continue ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s