PERTAMINI CARA MODERN MENJUAL BENSIN ECERAN

DSC_1233

Kreatif dan inovatif akan memunculkan peluang dalam sebuah usaha baik skala kecil atau menengah. Kini penjual bensin eceran harus lebih berani tampil beda dan kreatif dengan sedikit menggunakan sentuhan teknologi modern. Pertamini sebuah gerai penjual bensin eceran ini begitu unik dimata para konsumen karena penampilannya dan penamannya yang menggoda konsumen. Yah itulah Pertamini menjadi magnet tersendiri ketika melihat pom bensin kecil ini.

Ide awal bermulai dari Pak Kirman pria usia 55 tahun ini menciptakan sebuah metode baru dalam berjualan bensin eceran. Menempati sebuah rumah di komplek Perumahan Maharaja Depok, Pak Kirman memulai usaha dengan membuka gerai Pertamini. Total gerai ada 4, namun dari keempat ini pemiliknya berbeda-beda. Dua Gerai milik Pak Kirman salah satunya dipegang oleh anaknya. Gerai milik pak kirman terletak di pintu masuk Komplek Maharaja, gerai kedua milik anaknya di daerah kampung Serong Depok. Gerai yang 2 dimiliki oleh teman-temannya, yang masih berada diarea Depok.

ImageGerai Pertamini 04 Milik Pak Budiharjo yang terletak di Jl. Caringin Rt. 7 Rw. 4 Rangkapan Jaya  Kampung Kekupu Pancoran Mas Depok. Gerai Pertamini ini dikeloloa istrinya (Ibu Aisyah) yang terletak didepan warung Soto Betawi miliknya. Menempati lahan toko seluas 3x4m. Namun sesungguhnya gerai Pertamini ini cukup menempati lahan seluas 2x2m saja karena perlatan ini tidak menyita tempat.

Gerai Pertamini ini semacam Wara Laba system jual putus, Perlatan harus dibeli ke pencipta pertama yaitu ke Pak Kirman seharga 12 juta perunit dan kumplit. Ijin usaha pun tidak sulit karena hanya meminta ijin dari lingkungan setempat seperti RT/RT dan Kelurahan.

Kapasitas satu gerai 200L, didalam box penyimpanan terdapat sebuah drum berdaya tampung 200L diatas drum dipasang sebuah alat pemutar minyak manual, untuk diputar manual agar bensin bisa naik kedalam Bejana. Bejana lengkap dengan alat ukurnya yang telihat transparan oleh konsumen. Bejalan ini sudah dilabeli paket harga. Bejana ini terbuat dari bahan beling atau kaca berkapasitass 5L. Sedangkan Gerainya terbuat dari Plat besi, bagian atapnya dari bahan akrilik dan didalamnya diberikan 1 buah lampu/neon sebagai penerangan jika berjualan hingga malam hari lengkap dengan tulisan “PERTAMINI”. Neon/lampu berkapasitas 20 watt. Selang 2 meter lengkap dengan kran pengisi yang mirip dengan milik Pertamina.

DSC_1237

Pada dasarnya mesin ini terlihat modern dan berteknologi namun sejatinya alat bekerja secara manual dan sederhana. Tanpa listrik dan masih mengandalkan tenaga manusia. Berikut cara kerja Pertamini, pengoperasian manual oleh tenaga manusia, ketika bensin habis yang didalam Bejana maka tinggal memutar sebuah pompa manual, pompa ini akan mengalirkan bensin melalui pipa dari penampungan drum didalam box bagian bawah lalu mengalir keatas kedalam Bejana. Kapasitas bejana 5L dan jika diisi kepenuhan maka secara otomatis akan ada saluran buangan ke dalam drum, jadi bejana tetap terjaga isisnya 5L. Untuk mengisi ke tengki motor konsumen mengandalkan sebuah gaya grafitasi, posisi bejana lebih tinggi kira-kira 2m, sehingga tidak perlu sebuah listrik untuk mengalirkan besin.

Dengan adanya gerai modern ini omset yang didapat oleh penjual rata-rata naik, sehari mampu menjual 300L. Harga jual perliter Rp.7.500. Satu liter mampu meraup untung Rp.1.000. Tak kurang dari 300ribu keuntungan perharinya. Harga memang lebih mahal dibanding dengan pom bensin Pertamina. Namun banyak sisi keuntungan yang didapat konsumen, salah satunya tak perlu mengantri lama.

Menggunakan Pertamini keamanan pengisian Bensin ke motor saya sangat terjaga dan saya tidak perlu mengantri seperti di SPBU pada umumnya dan jumlah takaran BBM tidak akan meleset karena sesuai dengan takaran alat itu, ujar Budi salah satu konsumen yang ditemui dilokasi Pertamini.

Ibu Siti Aisyah selaku pemilik gerai pertamini 04 menuturkan, awalnya banyak konsumen yang aneh, mereka beli disini karena gerainya dan tulisan Pertamini yang membuat mereka berhenti dan lalu mengisi bensin. Konsumen saya kebanyakan tukang Ojek dan Warga setempat, hargapun tak menjadi soal buat mereka karena tak perlu repot ngantri dan lebih cepat, takaraannyapun saya jamin pas. Gerai saya ini buka mulai dari jam 5 pagi dan tutup jam 10 malam.

Pertamini ini ternyata telah banyak beredar di wialayah Sumatera Selatan, khususnya Palembang. Peralatan mereka ada yang berasal dari Taiwan. Sebuah peluang usaha nih bro yang patut dicoba karena di Jakarta belum banyak beredar. Entah siapa awal mulanya yang menciptakan Ide ini namun patut kita apresiasi karya mereka bro….salutt… (Rdx13)

 ImageImageImageImageDSC_1232ImageImageImageImageImage

 

Iklan

15 comments

  1. kalo pernah ke garut kearah puncak darajat, pertamini disana banyak juga. malah gak pake model engkol kayak diatas. udah pake mesin gak metode manual 😀

  2. Ass Bapak atau Ibu.
    Saya Yodi berasal dari Pematang Siantar ( Sumatera Utara )
    Pompa Mini tersebut kalau dikirim berapa Biayanya pak dan gimana carak melakukan mesin tersebut. Mohon di balas ke email saya
    nasution_yodi@yahoo.com
    Was.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s