CARA BIKIN SHOCK KELAS DUNIA DAN BEDAIN MANA YANG ASLI DAN PALSU

ImageNih info bagus bagi para bikers tanah air, seputar Shock Motor

Sumber dari : http://www.dapurpacu.com

Text dan Foto :

BANGKOK (DP) — Merek suspensi terkemuka Öhlins telah membuka pintu bagi Dapurpacu.com. Perusahaan asal Swedia ini bahkan memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat secara langsung proses produksi suspensi di pabrik barunya yang berada di kawasan industri di provinsi Chonburi, Thailand.

Öhlins Asia Co. Ltd, inilah nama perusahaan yang dibangun Öhlins guna memproduksi suspensi untuk model-model sepeda motor yang dijual di kawasan Asia. Pabriknya sendiri tidaklah besar. Menurut Öhlins, bangunan fasilitas produksi di Thailand hanya seluas 2.617 meter persegi.

Luas pabrik di Thailand itu jauh dibandingkan kantor pusat Öhlins di Stockholm, Swedia yang seluas 10.00 meter persegi. Namun, dikatakan CEO Öhlins Asia Co. Ltd Paul David Hugo, pabrik di Chonburi tersebut akan mampu menyuplai kebutuhan pasar Asia.

“Kami baru menjalankan dua line produksi dari empat line yang kami siapkan,” kata Paul. “Sementara ini kami baru memproduksi jenis-jenis suspensi dan shock absorber untuk beberapa jenis sepeda motor kecil yang berlaku di pasar Asia.”

Fasilitas Öhlins Asia merupakan satu dari dua pabrik Öhlins lain yang berada di Swedia dan Amerika Serikat. Pabrik itu sendiri mulai beroperasi pada akhir 2012 dan diresmikan pada 7 Maret 2013. Menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi, Öhlins Asia pun cuma mempekerjakan 33 karyawan.

ImageYa, Öhlins memang bukan perusahaan komponen yang mempekerjakan banyak orang. Hingga hari ini saja perusahaan berpusat di Upplands Väsby, Swedia itu cuma memiliki 230 tenaga kerja.

Meski begitu, Öhlins mampu menguasai pasar suspensi untuk tim-tim balap sepeda motor, mulai dari MotoGP, World Superbike (WSBK), AMA, hingga motocross, seperti MX1 dan MX2. Untuk mendukung devisi motorsport tersebut Öhlins secara khusus menyiapkan lebih dari 30 teknisi guna memberikan layanan balap.

Öhlins yang sejak Desember 2007 sebanyak 95 persen sahamnya dimiliki sang pendiri, Kenth Öhlins, terus mengalami pertumbuhan. Dalam 10 tahun terakhir perusahaan ini mampu tumbuh antara 10-15 persen dengan kapasitas produksi per tahun mencapai 130.000 unit suspensi. Dari total produksi tersebut 60 persen merupakan suspensi after market (purna jual) dan 40 persen diperuntukkan bagi suplai ke manufaktur sepeda motor (OEM, original equipment manufacturing). 

Proses Produksi Öhlins Asia
Siang itu, ditemani langsung oleh Paul, Dapurpacu.com berkeliling pabrik. Paul banyak bercerita tentang proses produksi Öhlins yang dilakukan secara cermat dan mendalam.

“Semua alat produksi yang Anda lihat ini sama dengan yang ada di pusat di Swedia. Maaf, kami tidak bisa memberi izin Anda untuk memotret. Ini salah satu rahasia kekuatan kami,” kata Paul seraya tersenyum.

Mesin-mesin produksi Öhlins sendiri kebanyakan berupa alat-alat kompresi guna memasang komponen-komponen suspensi yang berada di luar dan dalam tabung. Hampir semua dikendalikan sistem hidraulis dan dipantu secara cermat menggunakan komputer.

Beberapa tahapan ada yang dilakukan secara manual karena memang membutuhkan ketelitian manusia. “Kami memasukkan tekanan angin secara terukur, lalu menguji goncangannya. Ada empat parameter yang diukur dengan komputer untuk mengetahui kinerja suspensi,” terang Paul.

Lebih lanjut, Paul menjelaskan bahwa pekerjaan tidak berehnti hingga seluruh suspensi selesai diproduksi. Masih ada satu tahapan krusial di mana pengecekan setelah suspensi jadi sangat penting. Menurutnya, sekalipun ada goresan kecil yang tampaknya tidak mengganggu performa, Öhlins akan menolak.

“Kami tidak menoleransi adanya kesalahan atau kerusakan sekecil apapun dalam proses produksi. Walau secara fisik tidak terlihat nyata, namun kesalahan atau kerusakan kecil bisa membuat proses pengepakan tidak dilakukan.”

Ruang Riset dan Pengembangan
Selanjutkan Paul mengajak Dapurpacu.com masuk keruang khusus yang merupakan tempat untuk melakukan riset dan pengembangan produk. Di ruang ini Dapurpacu.com diperkenalkan kepada seorang teknisi ahli Daniel Rahm. Kami melihat sang teknisi ini sedang mengerjakan sebuah sistem suspensi depan dan belakang untuk skuter terbaru Honda Zoomer X yang kini sedang popular di Thailand.

Paul menjelaskan bahwa proses penciptaan suspensi dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah mendesain pola suspensi sesuai jenis sebuah unit sepeda motor. Setelah itu, Öhlins membuat model contoh, dan menguji performanya di sirkuit.

“Pengujian performa bisa berlangsung tiga atau empat kali. Bahkan bisa mencapai puluhan kali untuk beberapa jenis suspensi balap. Dan, bila hasil belum maksimal, maka biasanya kami memulai kembali pekerjaan dari awal, mendesain ulang dan mencobanya kembali,” jelas Paul.

Diterangkan Paul, Öhlins selalu mendesain suspensi dengan bentuk yang sesuai penempatan di setiap jenis motor. “Anda lihat posisi tabung ini,” ucap Paul sambil menunjuk tabung shock absorber belakang pada Honda Zoomer X. “Posisi tabung ini miring, karena kalau dibuat lurus seperti kebanyakan suspensi Öhlins, maka tak mungkin terpasang sempurna di Zoomer. Suspensi merek lain, mungkin tidak mau memikirkan hal ini.”

Selain itu, Paul menerangkan, Öhlins tidak pernah mau menerima suplai komponen yang mengalami kerusakan. Bahkan warna emas yang menjadi kebanggan Öhlins tidak diperkanankan bila terlalu tua atau terlalu muda.

“Anda lihat goresan di cincin ini? Kecil dan hampir tak terlihat, bukan? Tapi kami tetap menolak kesalahan ini. Begitu pun dengan warna. Coba Anda perhatikan, mana warna yang benar dan salah ini? Kami ingin semua produk Öhlins memiliki warna yang sama. Ini bisa untuk membedakan produk palsu.” [dp/GRG]

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s