Jalan Terjal Dovizioso Menggapai Juara Dunia Bersama Desmosedici GP18

5ng_4068.gallery_full_top_fullscreen

Penampilan inkonsisten yang ditunjukan Dovi bersama motor terbarunya Desmosedici GP18 setelah melihat dua seri berlangsung nampaknya masih kurang greeng karena masih labil dan sering tak konsisten. Tampil menawan di Gp Qatar, dengan meraih podium, lalu jeblok di Gp Argentina, membuat Dovi mulai pesimis untuk bertarung meraih gelar juara dunia. Jika Desmosedici GP18 masih susah jinak dibeberapa trek Eropa.

Gp Argentina menggusur posisi Dovi dari pamuncak klasemen sementara setelah Dovi hanya mampu finish diposisi ketujuh dan naik satu tingkat setelah Marquez dihadiahi pinalti. Gap Dovi dan Cal Crutchlow mencapai 22.533 detik. Andai saja Marquez tak membuat ulah di Gp Argentina bisa dipastikan podium bisa menjadi milik MM93, jika menilik  dari performa dan konsistensi motornya saat lari di trek Termas Argentina. Ini dibuktikan ketika Marques harus kena pinalti dan masuk pit lane namun tetap bisa mengejar para pembalap lainnya dan finish diposisi keenam terlepas dari aksi brutalnya senggol sana-sini.

Keluh kesah Dovi diungkapkan pada media motorsport.com, dimana ia mengatakan GP18 masih kerap kesulitan di beberapa trek, yang dapat merusak peluang Ducati meraih gelar pertama dalam 11 tahun terakhir.

04-andrea-dovizioso-italg5_3127.gallery_full_top_fullscreen.jpg

“Kami mengkonfirmasi kelemahan kami pada trek yang jauh dari Eropa [flyaway], dan kami tidak bisa merimanya jika ingin bertarung untuk gelar,” jelasnya.

“Ada terlalu banyak pembalap kompetitif, dan Anda akan kehilangan terlalu banyak poin. Peningkatan yang kami lakukan sepanjang musim dingin ini tidaklah cukup dalam hal ini.

“Di atas kertas, Austin bukanlah sirkuit yang menguntungkan kami, tapi kami berharap [kondisinya lebih baik dari ini.

“Kami harus melihat bagaimana kondisi trek, karena tahun lalu banyak sekali permukaan yang tidak rata [bumps], yang sangat menyebalkan.”

Jalan menuju tangga juara masih panjang karena gelaran MotoGP baru memasuki tahap awal, setelah dua seri berlangsung, masih akan banyak seri kedepan untuk memperbaikin Ducati Gp18. Tapi ingat setiap lawan juga akan selalu riset dan menampilkan perbaikan disegala aspek. Makin sengit aja nih persaingan Dovi vs Marquez dalam berburu Juara Dunia, tanpa mengesampingkan ambisi Mbah Rossi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s