Nasib Lorenzo Masih Ngambang di Kali Bersama Ducati, Suzuki Sudah Main Incar Menawarkan Angin Surga Jika GSX RR Sekecang Ducati

motogp-argentinian-gp-2018-jorge-lorenzo-ducati-team

Nasib galau rupanya sedang menghampiri sang mantan juara lima kali MotorGp Lorenzo, Nasib X-Fuera ini masih terkatung-katung karena belum ada kepastian soal perpanjangan kontrak yang akan berakhir tahun 2018 ini. Performa buruk Lorenzo bersama Ducati tak kunjung usai. Satu tahun sejak bergabung dengan pabrikan asal Italia ini Lorenzo hanya satu kali merasakan podium, yakni di Sirkuit Jerez 2017 yang lalu, ia mampu finish ketiga.

Performa buruk hinggap hingga tahun 2018 ini, dua seri sudah berlangsung, Lorenzo hanya mampu mengoleksi 1 point berkat finish diposisi 15 Gp Argentina. Sisanya hasil jeblok di seri perdana Qatar, jatuh terhempas ke gravel karena masalah rem depan.

Dengan hasil jeblok dan seabrek gaji yang mencapai 200 Milliar pertahun, tentu Ducati merasi dirugikan, terlebih sang pembalap tandemnya Dovizioso mampu moncer meraih podium. Pilihan pahit ketika Ducati memberikan ultimatum ke Lorenzo yang akan memangkas gaji jika performa tak kunjung membaik. Tiga seri kedepan akan menjadi pertaruhan bagi Lorenzo untuk memberikan bukti pada Ducati, jika ia layak dihargai setinggi itu.

Disisi lain, Suzuki juga sedang galau mengahadapi performa dari pembalapnya khususnya Iannone yang tak kunjung memberikan hasil positif, karena Iannone sejak awal bergabung dengan Suzuki diplot menjadi pembalap utama dan Alex Rins sebagai pemalap kedua. Namun performanya malah terbalik, Alex Rins mampu memberikan podium bagi Suzuki, saat Gp Argentina mampu finish diposisi 3.

Ch2YoP6VEAEEucX.jpg large

Kondisi ini yang coba dimanfaatkan oleh kedua belah pihak antara Lorenzo dan Suzuki, bagi Suzuki yang menjadi titik lemah adalah tidak memiliki budget berlebih jika Lorenzo meminta gaji sama seperti di Ducati. Namun yang menjadi fokus utama Suzuki adalah meyakinkan Lorenzo jika motor GSX RR ini cocok dan sesuai dengan gaya riding Lorenzo, lembut dan mirip dengan Yamaha M1, namun bisa sekencang seperti Ducati.

Kedua belah pihak yang sedang galau ini mencoba mencari solusi agar menemukan hasil yang baik. Ya semoga saja Mas Bro Hohe ini bisa kepincut dengan rayuan Suzuki, dan jika mampu juara dunia bersama Suzuki, Lorenzo akan menorehkan sejarah dalam karirnya, yakni mampu juara dunia dengan tim dan merk motor yang berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s